Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Februari 2011

Amanat Galunggung

Amanat Galunggung adalah nama yang diberikan untuk sekumpulan naskah yang ditemukan di Kabuyutan Ciburuy, Kabupaten Garut, salah satu naskah tertua di Nusantara. Naskah ini ditulis pada abad ke-15 pada daun lontar dan nipah, menggunakan bahasa dan aksara Sunda Kuna. Naskah ini berisi nasihat mengenai etika dan budi pekerti Sunda, yang disampaikan Rakyan Darmasiksa, Raja Sunda ke-25, Penguasa Galunggung, kepada puteranya Ragasuci (Sang Lumahing Taman). Di Kabuyutan Ciburuy, hingga kini orang menyimpan naskah-naskah kuno. Salah satu naskah kuno yang ditemukan di kabuyutan itu-sebelum disimpan di Perpustakaan Nasional Jakarta-adalah "Amanat Galunggung". Nama atau judul "Amanat Galunggung" berasal dari filolog Saleh Danasasmita, yang turut mengkaji naskah tersebut, kemudian turut mengompilasikan hasil kajiannya dalam "Sewaka Darma, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung" (1987). Naskah ini menggunakan bahasa Sunda kuno dan aksara Sunda. "Amanat Galunggung" berisi ajaran moral. Dalam naskah ini antara lain disebutkan bahwa kabuyutan harus dipertahankan. Raja yang tidak bisa mempertahankan kabuyutan di wilayah kekuasaannya lebih hina ketimbang kulit musang yang tercampak di tempat sampah. Dengan demikian, dalam tata politik dahulu kala, pusat-pusat kegiatan intelektual dan keagamaan rupanya memiliki kedudukan yang sangat penting. Kabuyutan tampaknya merupakan salah satu pilar yang menopang integritas negara, sehingga tempat itu dilindungi oleh raja, bahkan dianggap sakral Berikut adalah poin-poin pokok pada halaman pertama naskah tersebut: 1. harus dijaga kemungkinan orang asing dapat merebut tanah kabuyutan (tanah yang disakralkan) 2. barang siapa yang dapat mendudukan Galunggung sebagai tanah yang disakralkan akan memperoleh kesaktian, unggul perang, berjaya dan dapat mewariskan kekayaan sampai turun temurun 3. lebih berharga kulit lasun (musang) yang berada di tempat sampah dari pada putra raja yang tidak mampu mempertahankan tanah airnya 4. jangan memarahi orang yang tidak bersalah 5. jangan tidak berbakti kepada leluhur yang telah mampu mempertahankan tanah air pada jamannya.

Minggu, 28 Februari 2010

Peristiwa-Peristiwa Penting dan Bersejarah di Tasikmalaya


Dalam perjalanannya Tasikmalaya mencatat beberapa peristiwa penting bersejarah antara lain :

1.Pemberontakan melawan penjajahan Jepang yang dipimpin oleh K.H.Zaenal Mustofa di Singaparna .

2.Pelucutan senjata KOMPETAI oleh para pemuda.

3.Penerbangan pertama dengan pesawat terbang yang menggunakan bendera merah putih dari Pangkalan Udara Cibeureum dilakukan oleh pilot Adi Sutjipto dan Basyir Surya.

4.Lahirnya Divisi Siliwangi
Pemberangkatan Hijrah ke Yogyakarta

5.Pusat Pemerintahan Jawa Barat di pengungsian di Cipicung Culamega.

6.Kongres pertama Koperasi Indonesia yang melahirkan Hari Koperasi 12 Juli .

7.Lahirnya konsep pertahanan keamanan rakyat semesata ( HANKAMRATA ).

Selain itu ada beberapa peristiwa penting yang patut diketahui antara lain :
1.Peristiwa meledaknya pabrik mesiu DAHANA tanggal 5 Maret 1976.

2.Meletusnya Gunung Galunggung tanggal 5 April 1982. Penganugerahan PARASAMYA PURNA KARYA NUGRAHA pada akhir Pelita IV tahun 1989.

3.Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pertanian , koperasi dan Keluarga Berencana ( PERTASI KENCANA ) Tingkat Nasional tahun 1994 .

4.Terjadinya kerusuhan 26 Desember 1996 yang dikenal dengan peristiwa Desember kelabu.

5.Sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pertemuan petani se Indonesia dan Asia Tenggara ( PENAS ) Tingkat Nasional tahun 2002 .

Sedikit Sejarah Tasikmalaya Sebelum masuk Islam


Dimulai pada abad ke VII sampai abad ke XII di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kabupaten Tasikmalaya , diketahui adanya suatu bentuk Pemerintahan Kebataraan dengan pusat pemerintahannya di sekitar Galunggung , dengan kekuasaan mengabisheka raja- raja (dari Kerajaan Galuh ) atau dengan kata lain raja baru dianggap syah bila mendapat persetujuan Batara yang bertahta di Galunggung. Batara atau sesepuh yang memerintah pada masa abad tersebut adalah sang Batara Semplakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu, dan Batari Hyang yang pada masa pemerintahannya mengalami perubahan bentuk dari kebataraan menjadi kerajaan.
Kerajaan ini bernama Kerajaan Galunggung yang berdiri pada tanggal 13 Bhadrapada 1033 Saka atau 21 Agustus 1111 dengan penguasa pertamanya yaitu Batari Hyang, berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di bukit Geger Hanjuang, Desa Linggawangi , Kecamatan Leuwisari , Tasikmalaya.
Dari Sang Batari inilah mengemuka ajarannya yang dikenal sebagai Sang Hyang Siksakanda ng Karesian . Ajarannya ini masih dijadikan ajaran resmi pada zaman Prabu Siliwangi ( 1482-1521 M) yang bertahta di Pakuan Pajajaran . Kerajaan Galunggung ini bertahan sampai 6 raja berikutnya yang masih keturunan Batari Hyang.
Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan di Sukakerta dengan ibukota di Dayeuh Tengah (sekarang termasuk dalam Kecamatan Salopa , Tasikmalaya), yang merupakan salah satu daerah bawahan dari Kerajaan Pajajaran. Penguasa pertama adalah Sri Gading Anteg yang masa hidupnya sezaman dengan Prabu Siliwangi. Dalem Sukakerta sebagai penerus tahta diperkirakan sezaman dengan Prabu Surawisesa ( 1521-1535 M) Raja Pajajaran yang menggantikan Prabu Siliwangi.

Paling Populer

Bahasa: id I En I Ru I Sun
Online Users saungsunda.blogspot.com Google PageRankā„¢ Value from GoPageRank.com